🪩 Lebaran Jaman Dulu Dan Sekarang

danbiasanya kita dapat THR itu sekitar 2 minggu menjelang lebaran, bahkan ada yang baru puasa 1 minggu THR sudah cair. di tambah jalanan waktu itu atau infrastruktur belum seperti sekarang banyak toll, jalanan utama padet bahkan bisa dibilang ga jalan-jalan ko, sama jalan kaki masih efektif jalan kai šŸ˜€ Cakkkk, sugeng enjing segera Subuhan sik kalau belum sholat Subuh. Kalau sudah, yuk kita lanjut. Jadi gini cakIWB sebenarnya seringkali merenung dan berpikirkenapa motor jaman dulu berbeda dengan jaman sekarang. Secara umum perbedaan pada teknologi yang makin canggih. Tapi kalau boleh jujur, secara performa ternyata ada perbedaan yang cukup berarti. Nah, motor jaman [] Tidakheran jika jaman dulu permainan terasa menyenangkan dan tentunya lebih seru sebab membutuhkan banyak peserta, seperti gerobak sodor, petak umpet, kasti, dan lain sebagainya. Jika dilihat dari alat yang digunakan, mainan jaman dulu tentu menggunakan alat-alat tradisional seperti bambu, ranting, kayu, batu dan lainnya. Dibandingkan dengan Jamansekarang : Email aja gan. Ketik dulu yg rapi di word, upload foto2 di FB, kabarin dia via sms kalo email udah dikirim. Pas Hari Raya Jaman dulu : Lagi2 gramedia jadi tujuan untuk pilih2 kartu lebaran. Beragam kartu lebaran yg berbeda desain dan ukuran dipilih untuk teman2. Jaman sekarang : kalo Hari Raya Sms aja gan. Kehidupanremaja zaman dulu dan zaman sekarang yang kita ketahui sangat jauh berbeda. Pengaruh lingkungan hingga sosialisasi menyebabkan remaja zaman dulu memiliki perbedaaan dengan remaja zaman sekarang. Mungkin beberapa sobat Lebaran yang masa kecilnya pada tahun 1990-an masih ingat setiap sore akan berkunjung ke rumah temannya untuk Carabelajar jaman sekarang juga menggunakan satu alat canggih yaitu gadget. Kita bisa mengerjakan soal, belajar lewat buku elektronik, menulis catatan hanya lewat satu alat saja. Inilah kunci jawaban lengkap betapa canggihnya alat belajar jaman sekarang. Guru dan Alat Belajar. Jaman dulu guru hanya ada di sekolah saja. Selanjutnya kita berikan kembali rantang tersebut. Karena diluar rumah ada yang menunggunya. Kalau jaman dulu, sewaktu saya kecil, biasanya anak-anak kebagian menghantarkan rantang. Dulu sayapun selalu kebagian tugas untuk menghantarkan rantang Lebaran pada kerabat dan tetangga sekitar. Halberbeda dari lebaran jaman dulu dan sekarang ini adalah ketika malam takbiran. Kalau jaman gue kecil, tiap malam takbiran, masjid isinya anak-anak kecil dan orang tua. Tapi, kini masjid lebih didominasi oleh orang-orangtua dan kakek. Ya meskipun enggak semua masjid sih. Anak-anak kecil ramai-ramai pergi ke masjid buat takbiran. kTDfvO. Home Ā» Lucu Penulis Dzikir Pikir Ditayangkan 08 Jul 2016 Idul Fitri yang merupakan hari raya besar seluruh umat muslim di seluruh dunia. Namun lain negara, akan lain juga tradisinya. Di Indonesia lebaran identik dengan bagi-bagi angpau, kue khas lebaran yang disuguhkan setiap kali kita berkunjung ke sanak saudara. Yuk langsung simak seperti dikutip dari Inilah Perbedaan Lebaran Jaman Dulu vs Sekarang, pasti kamu mengalami ! tanggung jawab... nggak sama kue kue lebaran jaman dulu....3. Terbukti....4. Dulu ngobrolnya lebih santai...., sekarang saat ngobrol malah main hp..5. Smartphone bisa gantiin semua mainan itu....Pasti kalian pernah ngalamin salah satu diantara 5 hal itu kan guys..... Hayoo ngaku aja... lucu unik - Lebaran tentu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu bagi umat Islam di Indonesia. Tak cuma dimanfaatkan untuk saling bermaaf-maafan, momen lebaran biasanya akan dijadikan ajang untuk bersilahturahmi mengunjungi keluarga di kampung halaman. Di Indonesia sendiri momen lebaran sudah dirayakan sejak zaman kolonial Belanda. Hal tersebut terungkap dari foto-foto langka di berbagai daerah yang rangkum dari berbagai sumber di bawah ini. 1. Beberapa orang tampak meramaikan suasana lebaran di rumah Bupati Bandung, tahun 1932. -foto spaarnestadphoto 2. Anak-anak turun ke lapangan dengan baju cerah saat perayan lebaran di Garut, tahun 1935. -foto kitlv 3. Masih di Garut, sejumlah pria mengenakan kopiah saat suasana lebaran yang jatuh di akhir tahun 1935. -foto kitlv 4. Potret salat Idul Fitri di sebuah lapangan di Bangkinang, Kampar, Riau sekitar tahun 1930. -foto tropenmuseum 5. Sejumlah orang merayakan hari raya lebaran dengan menabuh rebana di Muara Manderas, Jambi, sekitar tahun 1912. -foto tropenmuseum 6. Beberapa orang menikmati hari lebaran di Pantai Pangandaran, tahun 1929. -foto tropenmuseum 7. Berfoto bersama di malam hari, menandai masuknya bulan Syawal di Lebong, Bengkulu, tahun 1936. -foto tropenmuseum 8. Berfoto studio menyambut hari raya Idul Fitri, di Kota Palembang, yang jatuh pada tanggal 17 Juni 1920. -foto tropenmuseum 9. Tradisi melepas balon udara dan memotong lupis raksasa di Kota Pekalongan 7 hari setelah Lebaran. -foto brl/nng Recommended By Editor 10 Potret kepala daerah di era kolonial ini epik banget 10 Foto ini menakjubkan, kamu pasti nggak nyangka apa yang dijepret 10 Foto before vs after editan master Photoshop, beda sama aslinya 5 Foto ini akan ajarkan kamu arti kebahagiaan yang sesungguhnya F60 Countryman, tenda komplet buat kamu yang pengen camping mewah Lebaran jaman dulu tahun 90-an terasa lebih menyenangkan, ramai dan sangat kental dengan tradisi-tradisi. Kamu yang sudah merasakan lebaran di tahun 90-an dengan sekarang pastilah merasakan perbedaannya. Tentu sangat merindukan lebaran jaman dulu. Memang teknologi belum maju seperti sekarang ini, tapi justru makna silaturahmi lebih bisa dirasakan. Walaupun masih sulit berkomunikasi, tapi perayaan idul fitri sangat meriah, menyenangkan serta berkesan. Dari tahun ke tahun perayaan idul fitri tidaklah sama, kamu bisa merasakannya itu. Inilah beberapa perbedaan lebaran jaman dulu dengan jaman sekarang! Malam TakbiranJaman Duluā¤ļøJaman Sekarangā¤ļøLebaran Hari PertamaJaman Duluā¤ļøJaman sekarangā¤ļøKue LebaranJaman Duluā¤ļøJaman Sekarangā¤ļø Malam Takbiran Jaman Duluā¤ļø Takbir Keliling Membawa Obor, foto Dulu saat malam takbiran dilakukan dengan berjalan kaki berkeliling kampung berombongan. Pas hari terakhir puasa, setelah berbuka semua orang berkumpul mulai dari anak-anak, remaja, sampai bapak-bapak berada di masjid atau mushola. Tanpa diperintah semua warga antusias merayakan takbir keliling. Kemudian, sholat isyak berjamaah sampai selesai takbir dikumandangkan. Tidak hanya dikumandangkan di mushola atau masjid saja, melainkan juga dilakukan secara berkeliling. Keseruan Takbir Keliling, foto Selepas sholat isya, semua orang mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang digunakan untuk takbir keliling. Peralatan itu seperti pengeras suara, ampli, aki, speaker, mic yang disusun secara rapi di sebuah gerobak. Bahkan bedug juga dibawa untuk mengiringi gema takbir. Gema takbir ini juga diiringi kentongan dari batang bambu. Beberapa warga lainnya menghidupkan obor-obor sebagai penerang jalan saat berkeliling. Sebagian lainnya juga menyiapkan minyak tanah untuk obor. Setelah semua selesai, mulailah peserta takbir keliling atau tarling berbaris rapi. Lalu, berjalan menyusuri jalan-jalan mengumandangkan takbir, menabuh bedug dengan perasaan bahagia dalam menyambut hari kemenangan. Jaman Sekarangā¤ļø Takbir Keliling Jaman Sekarang, foto Sekarang, takbir keliling dengan berjalan kaki bercahayakan lampu obor sudah tidak ada lagi. Hal itu berbuah menjadi pawai yang lebih meriah, tidak hanya berkeliling kampung tapi sudah keliling di area perkotaan dan tidak berjalan kaki. Pawai itu dilakukan dengan motor, mobil-mobil pick up sampai truk milik warga kampung. Beberapa hari sebelum malam takbiran tiba, mobil-mobil yang nantinya ikut pawai dihias secantik mungkin. Baknya dibuka dibuat menjadi bentuk kubah menggunakan kertas warna-warni. Tak lupa dipasang sound system dan bedug. Saat malam takbiran tiba, sebagian orang naik mobil tersebut. Sedangkan sebagian lainnya bawa motor sendiri. Semua orang berkeliling menuju kecamatan atau kabupaten lalu berbaur bersama rombongan takbir keliling dari kampung lainnya. Takbir Keliling Menggunakan Mobil, foto Suara takbir dikumandangkan saling bersahutan, diiringi suara deru mobil dan ratusan motor. Kalau yang ada di mobil mungkin mengumandangkan takbir, tapi yang naik sepeda motor entahlah. Mereka nampak asyik berboncengan dengan pacar maupun teman-temannya. Bahkan sekarang, pemerintah setempat mengadakan lomba takbir keliling. Jadilah semakin berlomba-lomba menghias mobil untuk bertakbir. Kemeriahan ini juga diiring dengan letusan kembang api. Warna-warnanya menghiasi langit, bagaikan perayaan tahun baru masehi. Setelah selesai berkeliling, biasanya sebelum pulang ke rumah, beberapa orang mencari baju lebaran. Sesampainya di rumah, mungkin langsung nonton tv begadang semalaman. Sementara takbir masih dikumandangkan di mushola-mushola maupun masjid sampai pagi. Lebaran Hari Pertama Jaman Duluā¤ļø Keliling Meminta Maaf Ke Tetangga, foto Sepulang dari sholat ied, kegiatan pertama adalah bersalam-salaman meminta maaf kepada ayah, ibu, kakek, nenek, adik, kakak dan semua kerabat yang ada di rumah. Selanjutnya, para pemuda-pemudi keluar rumah menyatu dengan yang lainnya. Dari anak-anak sampai pemuda-pemudi membentuk geng sendiri-sendiri bersiap mengunjungi satu rumah ke rumah lainnya. Biasanya beranggotakan 5-10 orang atau lebih terdiri dari teman-teman akrab. Sebelumnya sudah ditentukan tempat berkumpul. Kegiatan Setelah Sholat Idul Fitri, foto Kalau sudah pada kumpul semua, mulailah berlebaran mengunjungi semua rumah warga desa. Kelompok anak-anak, umumnya mengincar makanan enak dan angpau dari orang-orang terpandang di desa. Mereka sudah tahu mana saja rumah yang memberikan angpau. Jaman sekarangā¤ļø Lebaran Jaman Sekarang, foto Sementara lebaran jaman sekarang, pada hari pertama begitu pulang dari sholat ied, sudah langsung mengambil handphone. Berbagai aplikasi chat seperti BBM, Line, Whatsapp siap dijelajahi untuk berkirim pesan ucapan lebaran. Bahkan belum sempat meminta maaf kepada orang tua. Tak hanya itu, facebook, instagram, twitter dan lainnya juga mulai dibaca-baca. Pesan ucapan lebaran dari satu orang dikirim ke orang lainnya. Setelah itu, barulah bersalaman dengan keluarga. Lalu, datang ke rumah pacar berlebaran bersama pacar dan keluarganya. Sedangkan yang jomblo berlebaran bersama teman-teman atau sahabatnya. Kalau anak-anak masih bersama orang tua. Tidak seperti lebaran jaman dulu yang geng-gengan masuk ke satu rumah ke rumah lainnya berjalan kaki. Saat ini jika ingin berkunjung ya hanya ke rumah-rumah tetangga dekat saja. Jauh sedikit pasti menggunakan motor. Bahkan mungkin tetangga dekat ada yang lupa dikunjungi. Kue Lebaran Jaman Duluā¤ļø Jajan Lebaran Jaman Dulu, foto Berbicara soal kue lebaran, dulu sudah dipersiapkan 2 minggu sebelum idul fitri. Dalam waktu 2 minggu tersebut, nenek sudah mulai menjemur kerupuk atau rengginang, mengupas kulit kacang dan sebagainya. Ibu-ibu biasanya membuat wajik, tape ketan, keripik, kuping gajah, rempeyek dan jajanan jaman dulu. Kue lebaran di dominasi buatan tangan sendiri. Sehingga, tak heran aroma serta cita rasanya berbeda-beda setiap rumah. Jaman Sekarangā¤ļø Jajan Lebaran Jaman Sekarang, foto Kue lebaran jaman sekarang tidak dibuat jauh-jauh hari, kesibukan tentang kue ini hanya 3 sampai 1 hari sebelum idul fitri tiba. Sudah tak ada lagi buat kue, cukup beli kue di pasar atau mall bahkan toko online. Sudah banyak beragam jenis kue kering dengan bentuk lucu-lucu. Karena itulah rasanya mungkin bisa sama pada setiap rumah. Pada akhirnya kue lebaran tersisa banyak. Para tamu, paling-paling hanya mencicipi sebagai formalitas menghormati tuan rumah. Nah itulah perbedaan lebaran jaman dulu dengan lebaran jaman sekarang.

lebaran jaman dulu dan sekarang