ð Dosis Pupuk Kcl Untuk Bawang Merah
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan 2 faktor perlakuan dimana faktor pertama pemberian dolomit terdiri dari 3 taraf dosis yaitu D1: 3000 kg/ha (840 gr/plot) ,D2: 5000 kg/ha (1400gr/plot), D3: 7000 kg/ha (1960gr/plot), sedangkan faktor kedua pemberian pupuk kalium (KCl) terdiri dari 3 taraf dosis yaitu K: 85 kg
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara komposisi media tanam arang sekam dengan pemberian pupuk KCl dengan dosis yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang dayak (Eleutherine americana Merr.). penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan tiga ulangan.
Jenis pupuk dasar untuk bawang merah yaitu NPK Mutiara (16:16:16) 500 gram, SP36 sebanyak 50 hingga 100 gram, dan KCl sekitar 30 hingga 60 kg untuk dosis aplikasi per hektare. Apabila hendak menambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang, maka dosis NPK Mutiara bisa dikurangi menjadi 250 kg/ha.
bawang merah di daerah Brebes (Jawa Tengah), pada umumnya dosis pupuk yang digunakan antara 135â190 kg N/ha, 90 kg P 2 O 5 /ha, dan 100 kg K 2 O/ha, tanpa menggunakan pupuk organik (Asandhi & Koestoni 1990, Asandhi et al. 2005). Dosis pupuk NPK paling baik untuk varietas Bima Curut adalah 180 kg N/ha, 120 kg P 2 O 5 /ha, dan 60 kg K 2 O/ha
tinggi tanaman bawang merah. Rata-rata tinggi tanaman bawang merah setelah dilakukan uji lanjut dengan uji jarak berganda âXQFDQ¶V pada taraf 5% dapat dilihat pada Tabel 1. Kombinasi Trichokompos jerami padi 30 ton/ha dan pupuk Kalium 300 kg/ha menghasilkan tinggi tanaman bawang merah yang berbeda nyata
klorida (KCl) serta dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di lahan petani di Desa Ciledug (12 m dpl.), Cirebon, Jawa Barat dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2003. Dua sumber pupuk kalium, yaitu kalium sulfat dan kalium klorida ditempatkan sebagai petak utama dan dosis pupuk kalium,
(P), dan kalium (K) untuk bawang merah yang digunakan sampai saat ini masih belum optimal, karena kurangnya informasi mengenai dosis pupuk bawang merah yang tepat. Dosis pupuk yang optimal diharapkan dapat memberikan hasil yang menguntungkan. Penelitian ini menggunakan umbi bawang merah varietas Filipina, pupuk KNO 3 dan pupuk daun
Pupuk anorganik yang digunakan yaitu urea, KCl, dan NPK. Dosis acuan pupuk anorganik menggunakan dosis petani setempat. Dosis acuan urea 167 kg ha-1 (75.15 kg N ha-1), NPK 167 kg ha-1 (25.05 kg N ha-1; 25.05 kg P2O5 ha-1; 25.05 kg K2O ha-1) dan KCl 167 kg ha-1 (100.2 kg K2O ha-1).
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit bawang merah varietas Bima Brebes (Lampiran 2), POMI, pupuk KCl, pupuk Urea, TSP, Decis 45EC, Dithane M-45, seng plat, polybag (35 cm x 40 cm), tali raffia, paku, cat. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, garu, pisau,
hEQbUv.
dosis pupuk kcl untuk bawang merah